Rabu, 10 April 2019 - 13:54:03 WIB
Sambut MotoGP 2021 di Mandalika Lombok, NTB Siapkan SDM yang Kompeten
Diposting oleh : Keolahragaan
Kategori: Keolahragaan - Dibaca: 20 kali

Kuta, Lombok Tengah – Pemprov. Nusa Tenggara Barat, ITDC, konsultan penyelenggara, dan pemangku kepentingan lainnya memperkuat koordinasi  dengan menggelar rapat persiapan awal pembangunan sirkuit motoGP paling bergensi sejagad tersebut. Acara berlangsung di ruang rapat kantor ITDC Kuta Mandalika, Selasa (09/04/2019).

Pada acara pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekda Prov. NTB “Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., PhD,” beserta kepala OPD terkait, termasuk Kadispora NTB “Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM,” Sekda Kabupate Loteng “Nursiah,” beserta jajarannya, Direktur Struktur dan Operasi ITDC “A.A. Ngurah Wirawan” beserta jajarannya, Mrk 1 Consulting Managing Director Mark Hughes, Direktur Road Grip Raul Pasaribu serta dua Mrk 1 Track Engineer Ben Willshire dan Ramzi Darghuth, Managing Director Road Grip Nick Morley.

Dalam pertemuan diskusi tersebut, lebih lanjut terkait rencana pembangunan sirkuit MotoGP. Serta membedah permasalahan yang menjadi penghambat pembangunan sirkuit.

“Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., PhD,” mengatakan, banyak yang dibedah pada pertemuan ini dan  yang pasti, kesiapan para penyelenggara MotoGP harus diapresiasi. Kami pemerintah provinsi tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Dukungan penuh siap diberikan pemerintah provinsi maupun kabupaten Lombok tengah dan dari ITDC, tuturnya.

Sekarang ini pemerintah tengah menyiapkan sarana pendukung, seperti akses transportasi baik udara, laut, maupun darat. Antara lain dibangun jalan bypass dari bandara serta landasan pacu bandara akan diperpanjang.

Selain menyukseskan event, kami juga fokus pada saat ini menyiapkan SDM. Ini terutama terkait dengan akan adanya 1.500 lebih lapangan pekerjaan yang akan tersedia menyusul event ini, jelasnya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB “Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM” mengatakan, kriteria petugas volunter dan marshal belum ditentukan, kita masih menunggu keputusan dari manajemen penyelenggara dan akan dibicarakan lebih lanjut terkait kriterianya.

Pemuda yang dapat menjadi marshal dan volunter akan dipilih secara selektif, paling tidak dilihat dari tinggi badan, usia dan kelancaran berbahasa inggris. Paling itu yang menjadi dasar persyaratannya. Maka para pemuda NTB harus mempersiapkan diri dari sekarang, Fisik dan bahasa inggris harus disiapkan. ”Ini memacu anak-anak NTB untuk meningkatkan mutu dan kualitas SDMnya, tegasnya pada saat diskusi berlangsung.

Selanjutnya, kami dari pemerintah provinsi akan memetakan jumlah pemuda dari masing-masing kabupaten/kota, pemuda dari kabupaten lombok tengah paling banyak akan menerima manfaatnya. Pemuda Loteng harus mendapatkan kuota lebih banyak, tutupnya.

Sedangkan Direktur Road Grip Raul Pasaribu mengatakan, setiap penyelenggaraan MotoGP tetap akan melibatkan pemuda daerah tersebut, seperti halnya pada pelaksanaan MotoGP di Thailand, pemuda asli diwilayah tersebut dilibatkan menjadi volunter dan marshal. ”Kalau MotoGP di Lombok ini dibutuhkan 900 pemuda menjadi volunter dan marshal,” katanya.

Persyaratan untuk menjadi volunter dan marshal di MotoGP harus mengantongi sertifikat khusus dan untuk mendapatkannya, harus mengikuti pelatihan ke luar negeri. Mereka harus belajar langsung di lintasan kalau hanya belajar dalam kelas hasilnya tidak maksimal.

Kami akan mengupayakan membuka pelatihan di KEK Mandalika, sehingga pemudai pemudi NTB berkesempatan untuk menjadi marshal dan volunter. ”Kalau sudah memiliki sertifikat itu, dapat digunakan untuk menjadi volunter dan marshal di sirkuit lain di seluruh dunia, tegasnya lagi.

Pemerintah NTB harus menyiapkan pemuda terbaik untuk mendaftar menjadi marshal dan volunter MotoGP. Kita belum tentukan waktunya, nanti kalau sudah ada persetujuan, kita akan segera memberitahukan ke pemerintah daerah, tutupnya.



0 Komentar :